Perbedaan SAK ETAP dan SAK Entitas Privat
Sudah pada tahu kan kabar kalau SAK ETAP akan berganti menjadi SAK Entitas Privat? Kira-kira apa saja perbedaan dari keduanya? Yuk, kita kenali dari SAK ETAP dulu.
Mengenal SAK ETAP
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah standar akuntansi keuangan yang dirancang khusus untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP). ETAP adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik, yang artinya mereka tidak terlibat dalam pasar modal dan tidak diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang diaudit. Biasanya, ETAP ini adalah entitas kecil dan menengah. SAK ETAP digunakan untuk penerbitan laporan keuangan dengan tujuan umum (general purpose financial statements) bagi pengguna eksternal, seperti pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, para kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.
SAK ETAP bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dan kemudahan akses bagi ETAP dalam mendapatkan pendanaan dari perbankan. Standar ini berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK Umum, yang sebagian besar menggunakan konsep biaya historis. SAK ETAP mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP dan menawarkan pengaturan yang lebih sederhana dalam hal perlakuan akuntansi yang relatif tidak berubah selama beberapa tahun.
Mengenal SAK Entitas Privat (SAK EP)
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Privat (SAK EP) disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas privat. Entitas privat ini juga tidak memiliki akuntabilitas publik dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Namun, SAK EP juga dapat digunakan oleh entitas yang memiliki akuntabilitas publik jika otoritas berwenang membuat regulasi yang mengizinkannya.
SAK EP disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas privat dengan memberikan panduan yang lebih komprehensif dibandingkan SAK ETAP, namun tetap lebih sederhana dibandingkan dengan SAK berbasis IFRS.

SAK Entitas Privat EP
Perbedaan Antara SAK ETAP dan SAK EP
Untuk lebih memahami perbedaan antara SAK ETAP dan SAK EP, berikut adalah beberapa perbedaan utama yang diuraikan:
-
Laporan Keuangan
- Istilah “Neraca” dan “Laporan Laba Rugi”: SAK EP mengganti istilah “Neraca” pada SAK ETAP menjadi “Laporan Posisi Keuangan” dan mengganti istilah “Laporan Laba Rugi” menjadi “Penghasilan Komprehensif dan Laporan Laba Rugi”.
- Metode Penyajian Laporan Arus Kas: SAK ETAP mensyaratkan entitas untuk menyajikan laporan arus kas dari aktivitas operasi hanya menggunakan metode tidak langsung, sedangkan SAK EP memberi pilihan metode langsung atau tidak langsung untuk penyajian laporan arus kas.
-
Konsep dan Prinsip Pervasif
- Biaya atau Usaha yang Berlebihan: SAK EP memperkenalkan dan menjelaskan secara detail konsep biaya atau usaha yang berlebihan (undue cost or effort), sementara SAK ETAP hanya menjelaskan secara ringkas tentang keseimbangan antara biaya dan manfaat.
-
Investasi pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi, dan Ventura Bersama
- Metode Pengukuran: SAK ETAP mengatur pengukuran investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama menggunakan metode cost, sedangkan SAK EP memberikan opsi lain seperti metode biaya (cost), nilai wajar (fair value), atau ekuitas.
-
Properti Investasi
- Pengukuran Properti Investasi: SAK EP memberikan beberapa pilihan metode untuk mengukur properti investasi, yaitu menggunakan model biaya atau nilai wajar. Di sisi lain, SAK ETAP mengatur pengukuran properti investasi hanya menggunakan model biaya.
-
Liabilitas dan Ekuitas
- Klasifikasi Instrumen Keuangan: SAK ETAP hanya menjelaskan secara ringkas terkait klasifikasi instrumen keuangan seperti surat pengakuan utang, saham, obligasi, derivatif, dan sebagainya. Sementara itu, SAK EP mengatur persyaratan tentang klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas secara lebih detail, termasuk penjualan opsi, hak dan waran, kapitalisasi saham, penerbitan saham bonus atau pemecahan saham, pengakhiran liabilitas keuangan dengan instrumen ekuitas, serta kepentingan nonpengendali dan transaksi dalam saham pada entitas anak yang dikonsolidasikan.
Daftar Isi Draft SAK EP
SAK EP terdiri dari 35 bab yang lebih komprehensif dibandingkan SAK ETAP yang hanya memiliki 30 bab. Berikut adalah daftar isi dari draft SAK EP:
- Bab 1 Entitas Privat
- Bab 2 Konsep dan Prinsip Pervasif
- Bab 3 Penyajian Laporan Keuangan
- Bab 4 Laporan Posisi Keuangan
- Bab 5 Laporan Penghasilan Komprehensif dan Laporan Laba Rugi
- Bab 6 Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba
- Bab 7 Laporan Arus Kas
- Bab 8 Catatan Atas Laporan Keuangan
- Bab 9 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
- Bab 10 Kebijakan Akuntansi, Estimasi dan Kesalahan
- Bab 11 Instrumen Keuangan Dasar
- Bab 12 Isu Terkait Instrumen Keuangan Lain
- Bab 13 Persediaan
- Bab 14 Investasi Pada Entitas Asosiasi
- Bab 15 Investasi Pada Ventura Bersama
- Bab 16 Properti Investasi
- Bab 17 Aset Tetap
- Bab 18 Aset Tak Berwujud selain Goodwill
- Bab 19 Kombinasi Bisnis dan Goodwill
- Bab 20 Sewa
- Bab 21 Provisi dan Kontijensi
- Bab 22 Liabilitas dan Ekuitas
- Bab 23 Pendapatan
- Bab 24 Hibah Pemerintah
- Bab 25 Biaya Pinjaman
- Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham
- Bab 27 Penurunan Nilai Aset
- Bab 28 Imbalan Kerja
- Bab 29 Pajak Penghasilan
- Bab 30 Penjabaran Valuta Asing
- Bab 31 Hiperinflasi
- Bab 32 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan
- Bab 33 Pengungkapan Pihak Berelasi
- Bab 34 Aktivitas Khusus
- Bab 35 Ketentuan Transisi SAK Entitas Privat
Kesimpulan
Perubahan dari SAK ETAP ke SAK EP membawa sejumlah perubahan yang signifikan dalam pelaporan keuangan bagi entitas privat. SAK EP menawarkan panduan yang lebih komprehensif dan fleksibel, memberikan lebih banyak opsi dalam metode pengukuran dan penyajian, serta mengatur klasifikasi instrumen keuangan dengan lebih rinci. Perubahan ini diharapkan dapat membantu entitas privat dalam menyusun laporan keuangan yang lebih relevan dan informatif bagi pengguna eksternal, serta memudahkan akses mereka dalam mendapatkan pendanaan dan memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan yang lebih kompleks.